<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Facebook &#8211; Teknologia News</title>
	<atom:link href="https://tech.cilacap.info/tag/facebook/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://tech.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Thu, 25 Feb 2021 16:05:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/tech/favicon-32x32.png</url><title>Kumpulan Pos Facebook &#8211; Teknologia News</title>
<link>https://tech.cilacap.info</link>
<width>32</width><height>32</height><description>Info Seputar Berita Teknologi</description>
</image>
	<item>
		<title>Review Marketplace Facebook, Lebih Banyak yang Menghubungi</title>
		<link>https://tech.cilacap.info/ci-35842/review-marketplace-facebook-lebih-banyak-yang-menghubungi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2021 11:42:42 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[Jual Beli Online]]></category>
		<category><![CDATA[Marketplace]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tech.cilacap.info/ci-35842/review-marketplace-facebook-lebih-banyak-yang-menghubungi</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="Teknologia News">CILACAP.INFO &#8211; di era digital dengan kemajuan teknologi, platform Marketplace kian digemari ditambah dengan situs jual-beli yang bermunculan.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://tech.cilacap.info" aria-label="Teknologia News">CILACAP.INFO</a> &#8211; di era digital dengan kemajuan teknologi, platform Marketplace kian digemari ditambah dengan situs jual-beli yang bermunculan.</p>
<p>Bahkan kekinian, marketplace facebook telah ada dan terbilang belum lama. Media Sosial Facebook kini juga terdapat menu Marketplace yang bisa dilihat oleh siapa saja pada menu.</p>
<p>Dimana pemilik akun di Facebook dapat menjual dan membeli produk yang ditawarkan.</p>
<p>Berdasarkan review yang telah dibuktikan, ternyata responnya cukup bagus, bahkan calon pembeli bisa inbox penjualnya mekipun dari luar kota lain.</p>
<p>Diketahui, facebook sebagai platform media sosial, kekinian hampir banyak orang yang memiliki smartphone sudah memiliki akun di facebook.</p>
<p>Bahkan Cilacap.info berfikir, bahwa pemilik akun facebook lebih banyak dibanding yang memiliki akun di Marketplace.</p>
<p>Artinya pencarian facebook juga sangat efektif untuk mencari barang atau produk, pasalnya ada sarana jual beli.</p>
<p>Tak hanya itu, Facebook juga lebih familiar sehingga menu-menu di facebook banyak yang sudah mengetahuinya dibanding pada Marketplace.</p>
<p>Adapun membeli barang di Facebook juga harus berhati-hati, terutama pada tawaran fake yang bermodus pada penipuan.</p>
<p>Sedangkan di Marketplace yang ada di Indonesia, kita sekarang transfer uang ke rekening Marketplace, dan apabila dalam hitungan hari barang tidak diterima, maka uang akan kembali.</p>
<p>Ini meminimalisir kerentanan terhadap bentuk penipuan dibanding langsung transfer kepada penjual yang malah bisa jadi transfer kepada penipu.</p>
<p>Dari penjabaran di atas masing-masing memiliki kekurangan dan juga kelebihannya.</p>
<p>Di marketplace selain Facebook jika anda baru membuat akun apalagi tidak banyak teman atau pengikut respon pembeli cukup sedikit ditambah orang jika mau beli barang lihat detail penjual, apakah merupakan pelapak rekomended, banyak yang telah melakukan testimoni, dll.</p>
<p>Padahal intrik benerapa Marketer juga bisa bikin tepuk jidat, dimana membuat akun banyak dan mengisi testimoni, bintang dan lain-lainnya sendiri.</p>
<p>Jika facebook responnya bagus, banyak yang menghubungi walau kamu tak harus menjadi teman, dan jika hendak beli di facebook, sebaiknya pembeli mengalihkan transaksinya, yakni via Marketplace yang ada di indonesia.</p>
<p>Sehingga anda tak perlu khawatir dan was-was kalau anda ditipu. Sekian review dari Cilacap.info semoga bermanfaat.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/ilustrasi-website-marketplace.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="713"
				height="393">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[ilustrasi website marketplace]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/ilustrasi-website-marketplace-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[ilustrasi website marketplace]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Facebook, YouTube, Twitter dan Pengiklan Sepakat Perangi Ujaran Kebencian</title>
		<link>https://tech.cilacap.info/ci-32336/facebook-youtube-twitter-dan-pengiklan-sepakat-perangi-ujaran-kebencian</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Sep 2020 20:48:25 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[Hate Speech]]></category>
		<category><![CDATA[Media Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Twitter]]></category>
		<category><![CDATA[Youtube]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tech.cilacap.info/ci-32336/facebook-youtube-twitter-dan-pengiklan-sepakat-perangi-ujaran-kebencian</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="Teknologia News">CILACAP.INFO &#8211; Setelah berbulan-bulan pembicaraan intensif dengan pengiklan besar, Facebook, YouTube dan Twitter telah sepakat untuk mengadopsi seperangkat definisi umum untuk ujaran kebencian dan konten berbahaya lainnya, Aliansi Global untuk Media yang Bertanggung Jawab (GARM) mengatakan pada hari Rabu.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://tech.cilacap.info" aria-label="Teknologia News">CILACAP.INFO</a> &#8211; Setelah berbulan-bulan pembicaraan intensif dengan pengiklan besar, Facebook, YouTube dan Twitter telah sepakat untuk mengadopsi seperangkat definisi umum untuk ujaran kebencian dan konten berbahaya lainnya, Aliansi Global untuk Media yang Bertanggung Jawab (GARM) mengatakan pada hari Rabu.</p>
<p>GARM adalah inisiatif lintas industri yang didirikan dan dipimpin oleh Federasi Pengiklan Dunia (WFA) dan didukung oleh badan perdagangan lainnya, termasuk ANA, ISBA, dan 4A.</p>
<p>Langkah ini dilakukan setelah lebih dari 200 merek termasuk Starbucks dan Levis baru-baru ini menarik iklan mereka dari Facebook dan kampanye #StopHateforProfit mendapatkan momentum setelah selebriti, seperti Kim Kardashian West, membekukan akun media sosial mereka selama sehari.</p>
<p>Sebagai hasil dari pembicaraan antara pengiklan dan platform global utama, empat area utama untuk tindakan telah diidentifikasi, dirancang untuk meningkatkan keselamatan konsumen dan pengiklan.</p>
<p>&#8220;Masalah konten berbahaya secara online telah menjadi salah satu tantangan generasi kami. Sebagai penyandang dana ekosistem online, pengiklan memiliki peran penting dalam mendorong perubahan positif dan kami senang telah mencapai kesepakatan dengan platform tentang rencana aksi dan timeline untuk melakukan perbaikan yang diperlukan, &#8220;kata CEO WFA Stephan Loerke dalam sebuah pernyataan.</p>
<p>&#8220;Lingkungan media sosial yang lebih aman akan memberikan manfaat besar tidak hanya bagi pengiklan dan masyarakat, tetapi juga untuk platform itu sendiri,&#8221; kata Loerke.</p>
<p>WFA percaya bahwa standar harus berlaku untuk semua media mengingat meningkatnya polarisasi konten apa pun salurannya, tidak hanya platform digitalnya.</p>
<p>Dengan demikian, ini mendorong anggota untuk menerapkan kriteria kedekatan yang sama untuk semua keputusan pengeluaran media terlepas dari medianya.</p>
<p>Saat ini, definisi iklan untuk konten berbahaya berbeda-beda di setiap platform dan itu menyulitkan pemilik merek untuk membuat keputusan yang tepat tentang di mana iklan mereka di tempatkan, dan untuk mempromosikan transparansi dan akuntabilitas di seluruh industri.</p>
<p>GARM telah mengerjakan definisi umum untuk konten berbahaya sejak November dan ini telah dikembangkan untuk menambah ke dalaman dan keluasan yang berkaitan dengan jenis bahaya tertentu seperti ujaran kebencian dan tindakan agresi dan penindasan.</p>
<p>Antara September dan November, pekerjaan akan terus mengembangkan seperangkat metrik dan format pelaporan yang selaras, untuk persetujuan dan adopsi pada 2021, katanya.</p>
<p>Mereka juga setuju untuk meminta semua platform utama diaudit untuk keamanan merek atau memiliki rencana untuk diaudit pada akhir tahun, kata WFA.</p>
<p>Selain itu, pengiklan harus memiliki visibilitas dan kontrol agar iklan mereka tidak tampak berdekatan dengan konten yang berbahaya atau tidak sesuai dan mengambil tindakan korektif jika perlu dan untuk dapat melakukannya dengan cepat.</p>
<p>GARM bekerja untuk menentukan kedekatan dengan setiap platform, dan kemudian mengembangkan standar yang memungkinkan pengalaman yang aman bagi konsumen dan merek.</p>
<p>&#8220;Kolaborasi yang tidak biasa ini, yang disatukan oleh Aliansi Global untuk Media yang Bertanggung Jawab, telah menyelaraskan industri di lantai keamanan merek dan kerangka kerja kesesuaian, memberi kita semua bahasa yang bersatu untuk bergerak maju dalam memerangi kebencian secara online,&#8221; kata Carolyn Everson, Wakil Presiden Solusi Pemasaran Global, Facebook.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/buzzer-ilustrasi.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="700"
				height="393">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[buzzer ilustrasi]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/buzzer-ilustrasi-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[buzzer ilustrasi]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Cara Agar Google Adsense dan Facebook Monetize tidak di Blockir</title>
		<link>https://tech.cilacap.info/ci-237/cara-agar-google-adsense-dan-facebook-monetize-tidak-di-blockir</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Jul 2020 14:41:45 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Adsense]]></category>
		<category><![CDATA[Cuan]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[Uang Internet]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tech.cilacap.info/ci-237/cara-agar-google-adsense-dan-facebook-monetize-tidak-di-blockir</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="Teknologia News">TEKNOLOGIA NEWS &#8211; Google dan Facebook memiliki algoritma masing-masing dalam hal konten yang terpublish oleh penggunanya.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="https://tech.cilacap.info" aria-label="Teknologia News">TEKNOLOGIA NEWS</a></strong> &#8211; Google dan Facebook memiliki algoritma masing-masing dalam hal konten yang terpublish oleh penggunanya.</p>
<p>Keduanya seperti berlawanan namun sama-sama bersaing menurut beberapa orang di Internet.</p>
<p>Ketika Google memiliki fitur untuk mempercepat halam seluler atau dalam bahasa inggrisnya Accelerated Mobile Pages (AMP), begitu juga Facebook.</p>
<p>Facebook diketahui menciptakan fitur serupa dengan google yang diberinama IA suatu kependekan dari Instant Articles.</p>
<p>Dalam hal ini google mengatakan, jika para pemilik website mengaktifkan AMP, maka akan 4x lebih cepat. Sedang Facebook mengatakan bahwa akan 10x lebih cepat.</p>
<p>Google punya Youtube dan Adsense, serta AMP begitu juga Facebook yang punya Creator Studio dan IA yang juga bisa di Monetize.</p>
<p>Namun ada hal yang perlu diperhatikan jika memiliki halaman (website) yang berisi iklan. Pasalnya jika tidak memperhatikan maka akan diberhentikan fitur monetize nya.</p>
<p>Sesuai fakta yang kami alami, bahwa Google adsense jika mempublish konten meskipun itu hiburan dari kejadian nyata. Seperti kasus pemerkosaan dan atau kasus asusila, akan dianggap melanggar dan diberikan pemberitahuan.</p>
<p>Selain itu konten yang dianggap sadis, seperti penganiayaan, pemukulan, bunuh diri, kecelakaan. Konten jenis ini rentan sekali diberi peringatan google.</p>
<p>Begitu juga Facebook, dalam hal konten yang di publish, jika suatu halaman telah disetujui IA dan di Monetize, rentan sekali blockir.</p>
<p>Menurut kami google justru lebih bersahabat, karena jarang sekali pemblockiran dan tidak ada kasus tak punya dana sehingga Monetize diberhentikan.</p>
<p>Sedangkan Facebook saat masa pandemi, para publisher yang fanpagenya di monetize dinonkatifkan sementara, seperti saat adanya Covid-19.</p>
<p>Facebook jika di monetize lebih rentan, tidak pasang kode iklan atau tidak ada iklan pada konten pun bisa di blockir. Padahal hal itu bisa jadi kesalahan plugins pada wordpress, atau masalah lainnya.</p>
<p>Kemudian konten yang biasa saja, dianggap Facebook melanggar kebijakan jika pada judul konten atau isi ada hal yang bersifat konten dewasa.</p>
<p>Padahal jika dibaca secara seksama menurut kami sangat wajar dan biasa saja. Seperti halnya ketika kami publish tentang Syaikh Puji menikahi bocah 7 tahun. Padahal artikelnya standar, dan tidak ada unsur kekerasan atau unsur seksual.</p>
<p>Facebook lebih rentan blockir daripada google, Bahkan konten yang diparafrase ulang bisa di blockir, padahal dicantumkan halaman yang dikutip.</p>
<p>Sedangkan banyak sekali Fanpage Facebook yang konten para penggunanya adalah hasil Copy Paste, tanpa Value atau Link. Namun justru jangkauannya cukup baik.</p>
<p>Bahkan banyak media online yang kontennya sama persis dengan halaman Pemerintah, seperti Pemda dan juga kepolisian. Tak hanya itu Bahkan merewrite dari bahasa inggris tanpa Link Juice atau External Backlink. Namun tidak dianggap pelanggaran.</p>
<p>Algoritma Facebook memang aneh, padahal facebook berusaha membangun Jurnalisme Positif dan melawan Hoax, namun berdasarkan analisis, konten hoax justru banyak bertebaran di Facebook Bahkan tidak di blockir.</p>
<p>Namun Facebook sebagai Platform media sosial, apalagi yang memiliki website, kami tidak menyangkal bahwa Facebook juga dapat menjadi sumber trafik.</p>
<p>Dari kesimpulan di atas dan karena seringnya diblokir, kita sebagai pengguna hanya bisa melihat dari perspektif dari pengalaman kami, bahwa media sosial dimiliki oleh sebuah perusahaan dan berhak melakukan tindakan apa saja kepada para penggunanya.</p>
<p>Sedang kita sebagai pengguna, dan memiliki website yang mengandalkan Mesin Pencari seperti Google dan Media Sosial Facebook, maka alangkah baiknya share konten yang tidak mengandung unsur pelecehan, kecelakaan, bunuh diri, sara. Baik konten maupun gambarnya. Jangan salah, gambar meskipun tidak menggunakan gambar seksual melainkan meme, juga bisa terkena peringatan. Terakhir, jika konten copy paste jangan lupa cantumkan sumbernya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>2 Cara Dapat Cuan dari Facebook Seperti Youtube dan Adsense</title>
		<link>https://tech.cilacap.info/ci-201/2-cara-dapat-cuan-dari-facebook-seperti-youtube-dan-adsense</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Jul 2020 00:25:33 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Adsense]]></category>
		<category><![CDATA[Cuan]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[Media Sosial]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tech.cilacap.info/ci-201/2-cara-dapat-cuan-dari-facebook-seperti-youtube-dan-adsense</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="Teknologia News">TEKNOLOGIA NEWS &#8211; Geliat blogging, vlogger, youtuber akhir-akhir ini banyak diminati terutama oleh kalangan milenial. Bahkan tak jarang dari mereka yang dapat menghasilkan uang dari internet.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://tech.cilacap.info" aria-label="Teknologia News">TEKNOLOGIA NEWS</a> &#8211; Geliat blogging, vlogger, youtuber akhir-akhir ini banyak diminati terutama oleh kalangan milenial. Bahkan tak jarang dari mereka yang dapat menghasilkan uang dari internet.</p>
<p>Adapun cara mendapatkan uang dari internet bisa dengan cara jejualan produk baik dari barang yang ia miliki atau milik orang lain yang kemudian di tawarkan olehnya melalui internet. Dalam hal ini Marketace dan juga Media Sosial, atau melalui iklan baris dan juga bisa melalui website atau blog.</p>
<p>Dapat Cuan dari internet tentu saja membutuhkan modal, tidak hanya modal lihat-lihat, melainkan modal waktu dan kuota, ulet dan sabar. Berbagai sarana promosi pun digunakan seperti pasang iklan di Facebook atau pada Google Adwords, atau di laman jual beli online.</p>
<p>Jika mereka saja membutuhkan modal dan kuota serta waktu, begitu juga para Blogger, Youtuber dan Konten Kreator. Karenanya bukan tanpa alasan tiba-tiba ada yang ingin mengajukan untuk pasang iklan pada konten para influencer itu. Tentunya dapat uang dari mempromosikan hal itu.</p>
<p>Lalu, Bagaimana jika tidak dapat sponsor apakah bisa dapat uang, sehigga bermain internet pun bisa dapet untung. Jawabannya bisa, karena kini juga banyak aplikasi yang telah di Monetize agar para penggunanya dapat cuan dari konten yang mereka bagikan.</p>
<p>Mungkin banyak orang yang telah mengetahui Youtube dan Google Adsense, yakni dua produk milik google yang dapat menghasilkan. Namun keduanya tentu saja harus dikaitkan dan memenuhi persyaratan. Bahkan tak hanya Youtube, website pun demikian, bisa dapat cuan ketika dikaitkan dengan google Adsense.</p>
<p>Lalu bagaimana dengan Facebook, apakah bisa menghasilkan uang dan dollar seperti halnya produk milik google. Jawabannya tentu saja bisa.</p>
<p>Adapun begini 2 Cara menghasilkan uang dari Facebook, seperti halnya Youtube dan Adsense:</p>
<p>1. Creator Video</p>
<p>Membuat video di facebook tidak jauh beda dengan youtube, namun syaratnya agar bisa menghasilkan yakni harus memiliki Fanpage (Halaman) minimal 1000 pengikut.</p>
<p>Jika telah memiliki follower 1000 pengikut maka bisa di monetize, dan usahakan videonya pun original sehingga tidak kena banned oleh Facebook.</p>
<p>2. IA (Instant Articles)</p>
<p>Cara lainnya untuk dapat cuan dari Facebook bisa dengan IA, namun hal ini kaitannya dengan Website.</p>
<p>Jika kreator video dapat di monetize hanya dengan 1.000 pengikut, justru IA harus dengan 10.000 pengikut.</p>
<p>Dan tentunya agar mudah lebih baik menggunakan WordPress, sebab ada beberapa plugins untuk membuat konten produksi. Jadi secara otomatis, konten yang kita buat di website akan bertransformasi dan menjadi laman seluler yang dipercepat.</p>
<p>Kalau pada Google namanya AMP (Accelerated Mobile Pages), maka di Facebook diberinama IA. Bahkan Facebook mengklaim, produknya itu 10 kali lebih cepat untuk para pengguna facebook ketika mengakses suatu website.</p>
<p>Dalam IA ini selain disyaratkan memiliki pengikut 10.000 lebih juga harus memiliki Readership yang baik. Lalu dapat mengajukannya. Nanti jika sudah diterima, maka bisa dapat cuan dari view iklan yang muncul di IA tersebut.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Facebook Nonaktifkan Monetize Karena iklan berkaitan Covid-19</title>
		<link>https://tech.cilacap.info/ci-24019/facebook-nonaktifkan-monetize-karena-iklan-berkaitan-covid-19</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Mar 2020 17:06:28 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[Media Sosial]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tech.cilacap.info/ci-24019/facebook-nonaktifkan-monetize-karena-iklan-berkaitan-covid-19</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="Teknologia News">CILACAP.INFO &#8211; Facebook menonaktifkan monetize sementara bagi para publishernya, seperti Instan Articles karena iklan terkait covid-19.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://tech.cilacap.info" aria-label="Teknologia News">CILACAP.INFO</a> &#8211; Facebook menonaktifkan monetize sementara bagi para publishernya, seperti Instan Articles karena iklan terkait covid-19.</p>
<p>Facebook saat ini tengah menghapus iklan dari para advertiser yang berkaitan Coronavirus seperti sebelumnya yaitu penghapusan iklan masker. Sedangkan kali ini iklan hand sanitizer dan iklan produk yang berkaitan covid-19.</p>
<p>Penghapusan itu bukannya tanpa sebab, pasalnya hal itu bisa saja para perusahaan atau advertiser dengan sengaja memanfaatkan kondisi dimana coronavirus telah mengglobal (pandemi).</p>
<p>Imbasnya, para publisher seperti instan artikel laman website yang menggunakannya sementara waktu dinonaktifkan, hingga iklan-iklan seperti masker dan hand sanitizer tidak ada lagi.</p>
<p>Berdasarkan informasi yang <a href="https://tech.cilacap.info" aria-label="Teknologia News">CILACAP.INFO</a> &#8211; terima, Facebook sedang melakukan Penurunan Monetisasi untuk Artikel Instan.</p>
<p>Dijelaskan oleh pihak facebook, bahwanya hal itu karena penutupan kantor akibat virus corona (COVID-19), sehubungan dengan itu jadi tinjuan tautan Artikel Instan baru akan ditunda.</p>
<p>Diterangkan oleh pihak facebook, pemulihan itu akan kembali hingga tautan milik para pemilik laman selesai ditinjau.</p>
<p>Sementara itu, di masa pemulihan tersebut, para pengguna atau publisher instant articles FB akan dialihkan ke situs web seluler.</p>
<p>Menurut facebook tautan terbaru tidak akan dimonetisasi di IA. Tautan IA yang ada akan tetap memonetisasi. &#8220;Setelah kami memulihkan kapasitas tinjauan, tautan baru akan secara otomatis dirender di IA.&#8221; Kata pihak facebook.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
