<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Nginx &#8211; Teknologia News</title>
	<atom:link href="https://tech.cilacap.info/tag/nginx/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://tech.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Fri, 25 Aug 2023 09:41:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/tech/favicon-32x32.png</url><title>Kumpulan Pos Nginx &#8211; Teknologia News</title>
<link>https://tech.cilacap.info</link>
<width>32</width><height>32</height><description>Info Seputar Berita Teknologi</description>
</image>
	<item>
		<title>Pilih Web Server Nginx atau Litespeed, Ini Penjelasannya?</title>
		<link>https://tech.cilacap.info/ci-54867/pilih-webserver-nginx-atau-litespeed-ini-penjelasannya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Aug 2023 04:01:19 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Litespeed]]></category>
		<category><![CDATA[Nginx]]></category>
		<category><![CDATA[Webserver]]></category>
		<category><![CDATA[WordPress]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tech.cilacap.info/ci-54867/pilih-webserver-nginx-atau-litespeed-ini-penjelasannya</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP,  aria-label="Teknologia News">TEKNOLOGIA NEWS &#8211; Jika diminta untuk memilih Web Server mana yang kira-kira dapat mengoptimalkan website dengan cepat, apakah Nginx atau Litespeed?]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>CILACAP</strong>, <a href="https://tech.cilacap.info" aria-label="Teknologia News">TEKNOLOGIA NEWS</a> &#8211; Jika diminta untuk memilih Web Server mana yang kira-kira dapat mengoptimalkan website dengan cepat, apakah Nginx atau Litespeed?</p>
<p>Jawabannya tergantung server hosting yang digunakan dan fitur di dalamnya. Alasannya karena Server dan Fitur akan mempengaruhi kinerja website nantinya jika sudah dioptimalkan dengan cache.</p>
<p>Sebab ada yang menggunakan Cloud Hosting maupun VPS tapi bisa kalah dalam hal performa dengan yang masih menggunakan Shared Hosting demikian sebaliknya.</p>
<p>Jika pada suatu hosting menggunakan Cpanel, kemudian di dalamnya semua fitur dapat digunakan maka kemungkinan besar akan benar-benar optimal.</p>
<p>Misal Hostingnya support Railgun Cloudflare, sudah demikian jika ingin mengaktifkan Redis dan Memcached juga berfungsi, maka yang ini jelas boleh dicoba.</p>
<p>Akan tetapi jika di Cpanel hanya terdapat fiturnya saja dan sudah daktifkan tapi tidak support, maka menurut saya kurang puas, karena Memcached dan Redis merupakan Object Cache yang manfaatnya untuk website cukup baik.</p>
<p>Kedua fitur tersebut apabila menggunakan Litespeed pada Platform WordPress seharusnya berfungsi atau Compatible sebab dalam pengaturan Plugins nya pun ada, kalau tidak berfungsi maka akan tetap ada peringatan di menu kesehatan situs.</p>
<p>Berbicara mengenai Web Server Litespeed pada WordPress, ini merupakan web server yang menurut saya cukup baik. Namun sayangnya justru banyak pengguna yang malah memilih plugins Cache lain ketika menggunakan web server ini.</p>
<p>Padahal dengan menggunakan Plugins Cache milik Litespeed tentu akan lebih optimal, selain itu dalam satu plugins ini terdapat banyak fitur, sehingga tidak perlu install plugin lainnya.</p>
<p>Sebab pada plugins ini terdapat CDN, Convert Gambar ke Webp, Minify JS/CSS/HTML, Lazy Loading Gambar, Iframe dan Video, Bisa menggunakan Object Cache, Compatible juga dengan cloudflare dan bisa Purge, bisa optimize database, menghapus transtitions.</p>
<p>Di samping memiliki kelebihan pada Litespeed tapi juga pada pluginsnya terdapat kelemahan, seperti jika mengaktifkan plugins ini yang ternyata banyak menggunakan Database, sehingga ukuran database bisa membengkak berkali lipat.</p>
<p>Menurut yang saya amati, Plugins ini juga dapat memicu CPU penuh bilamana suatu website rutin memiliki pos yang berjumlah puluhan bahkan ratusan perhari.</p>
<p>Oleh sebab itu terkadang ada web berita yang justru tidak menggunakan cache, sebab memang memakan CPU meski sebenarnya tidak hanya Plugins Litespeed saja, plugins SEO dan Cache lainnya juga menyisahkan berkas di database.</p>
<p>Sementara jika menggunakan Web Server NGINX sebaiknya jangan menggunakan panel apapun, servernya pun tentu server VPS yang KVM.</p>
<p>Karena VPS KVM tidak berbagi dengan pengguna lainnya, artinya server yang digunakan adalah milik website Anda sendiri.</p>
<p>Menggunakan Nginx pada VPS untuk web berbasis WordPress memungkinkan Pengguna untuk mengoptimalkan website tanpa perlu menggunakan Plugins Cache lagi.</p>
<p>Sebab pada Nginx jika mengatur konfigurasi dengan FastCGI atau Proxy Cache pun sudah cukup. Namun jika menggunakan VPS semua pengaturan memang harus disetting sendiri.</p>
<p>Dengan Nginx memungkinkan lebih hemat dalam penggunaan disk yang digunakan, karena tanpa panel dan tidak menggunakan plugins cache sudah dicache oleh nginx.</p>
<p>Kemudian terkait Cache lainnya seperti Opcache, Redis atau Memcache, FastCGI bisa Install melaui Command Line atau Putty..</p>
<p>Jika menilik pemaparan ini, Anda sudah bisa menyimpulkan mana kira-kira web server yang menurut anda lebih baik untuk dapur pacu website Anda agar performanya pun baik.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/11/25/nginx-plus-fastcgi-vs-litespeed-plus-cache-di-wordpress.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[nginx plus fastcgi vs litespeed plus cache di wordpress]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/11/25/nginx-plus-fastcgi-vs-litespeed-plus-cache-di-wordpress-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[nginx plus fastcgi vs litespeed plus cache di wordpress]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Litespeed + Plugins Cache vs Nginx FastCgi di WordPress Bagus Mana?</title>
		<link>https://tech.cilacap.info/ci-50493/litespeed-plugins-cache-vs-nginx-fastcgi-di-wordpress-bagus-mana</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Nov 2022 14:34:22 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Nginx]]></category>
		<category><![CDATA[Web Server]]></category>
		<category><![CDATA[WordPress]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tech.cilacap.info/ci-50493/litespeed-plugins-cache-vs-nginx-fastcgi-di-wordpress-bagus-mana</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="Teknologia News">TEKNOLOGIA NEWS &#8211; Banyak yang mengklaim bahwa Litespeed Web Server plus Plugins Cache nya di WordPress sangat bagus untuk mempercepat situs.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://tech.cilacap.info" aria-label="Teknologia News">TEKNOLOGIA NEWS</a> &#8211; Banyak yang mengklaim bahwa Litespeed Web Server plus Plugins Cache nya di WordPress sangat bagus untuk mempercepat situs.</p>
<p>Dan biasanya untuk melakukan pengujiannya yakni dilakukan dengan memanfaatkan tools melalui command line.</p>
<p>Namun Cilacap.info hanya melakukan tes performa berdasarkan tool milik Google, yakni Pagespeed Insights. Alasanya karena kami memperhatikan Core Web Vitals.</p>
<p>Menurut kami, Litespeed Web Server atau Openlitespeed plus pluginnya memang bagus, namun sepertinya litespeed web server lebih banyak menggunakan RAM.</p>
<p>Ketika kami menggunakan Openlitespeed atau Litespeed memang konsumsi RAM yang terpakai ini lebih banyak daripada saat menggunakan Nginx seperti saat ini.</p>
<p>Ketika menggunakan Nginx dan memanfaatkan plugin cache litespeed, ternyata konsumsi RAM pun masih tergolong banyak meski sedikit berkurang.</p>
<p>Saat dihapus plugins litespeed cache nya dan membersihkan seluruh data litespeed cache di database, penggunaan RAM pun menurun.</p>
<p>Berdasarkan pengamatan kami pada Tool Pagespeed Insights saat menggunakan Openlitespeed dan Litespeed Enterprise versi gratis plus plugins Litespeed Cache di WordPress, skor performa agar minimal skor 95 itu rasanya susah jika ada script pihak ketiga seperti Google Tag Manager, adsense dan lain-lain apalagi di versi mobile responsive meskipun sudah disetting cache baik enable maupun disable di laman selular.</p>
<p>Adapun Skor Performa yang didapatkan cilacap.info bisa mencapai 98 itupun tidak murni dari Litespeed Cache melainkan dengan bantuan plugins lainnya untuk mendelay script yakni dengan plugins WP Meteor.</p>
<p>Sedangkan ketika kami menggunakan Web Server Nginx versi terbaru dan memanfaatkan FastCGI cache, performa berdasarkan tool di google pagespeed insights ini mencapai 99. Namun masih sama, kami juga tetap menggunakan plugins WP Meteor untuk mendelay script.</p>
<p>Uniknya tanpa plugins Litespeed Cache dan hanya dengan WP Meteor, skor bisa 80 ke atas baik itu saat menggunakan Litespeed Web Server atau Openlitespeed, Apache maupun Nginx. Artinya plugins WP Meteor ini setara dengan kami menggunakan Litespeed Cache, sebab tanpa WP Meteor, di laman responsive sekitar 80 keatas.</p>
<p>Hanya saja tanpa Plugins Litespeed Cache, maka mau tidak mau harus menginstall banyak Plugins lainnya, seperti convert gambar ke .webp format, redis dan lainnya itulah sebabnya sebelumnya kami enggan menonaktifkan plugin LSCWP ini, karena merepotkan sebab subdomain gambar ini sudah dicrawl mesin pencari.</p>
<p>Namun setelah diamati dan mencari-cari plugins yang cocok, tampaknya plugins yang kita cari tidak banyak meninggalkan berkas di database selain itu gratis tanpa adanya limit dan harus upgrade ke premium jika melebihi limit.</p>
<p>Sebelumnya ketika menggunakan Litespeed Cache memang ada banyak sekali datanya di database, bahkan untuk ukuran data litespeed ini mencapai 20 MB. Pasalnya di database saat dilihat totalnya 55 MB, dan ketika semua data Litespeed dihapus menjadi 35MB. Ini sangat besar bahkan lebih besar dari post dan post meta di database kami.</p>
<p>Terkait mengganti url gambar ke subdomain, kami menambahkan kode ke dalam plugins dan functions.php sebab ketika kami menggunakan plugins upload path dan upload url ternyata tidak berfungsi, begitupun ketika kami mengganti define Uploads pada wp-config.php, juga meredirectnya pada nginx juga tidak jadi.</p>
<p>Agar gambar ke format .webp, itu tidak bisa meskipun sudah diredirect di nginx dan bahkan kata plugins yang kami gunakan support nyatanya hanya berfungsi mengoptimasi dan mengconvert ke .webp tanpa kehilangan gambar asli misal dalam format JPEG.</p>
<p>Oleh sebab itu mau tidak mau kami mereplace link gambar ke format .webp dan hanya mengaturnya dan berfungsi di single pos.</p>
<p>Setelah semuanya berhasil, pengaturannya pun menjadi sama persis ketika kami menggunakan Litespeed Cache, yakni menggunakan Redis, mengganti url gambar ke subdomain, menggunakan gambar format .webp dan baru kami cek di tool google pagespeed insights.</p>
<p>Dan ternyata performa berdasarkan tool pagespeed Insights sangat memuaskan yakni 95 ke atas malah 99 meskipun tidak memakai Plugins Cache tapi menggunkan Web Server Nginx + PHP-Fpm + FastCGI Cache + Redis dan Plugins Delay Script serta Convert dan Kompres Gambar baik dalam format JPEG maupun WEBP.</p>
<p>Meskipun redis server aktif dalam server tetap dibutuhkan plugins WordPress agar berfungsi untuk mengoptimalkan situs WordPress dan bisa menghapus object cache (Flush).</p>
<p>Begitupun ketika mengaktifkan FastCGI Cache, meskipun cache aktif kita juga butuh untuk menghapus cache, adapun jika melalui Command Line meskipun cepat hanya tinggal ketikan rm -rf /lokasi/cache, tetap saja lebih mudah jika flush cache langsung pada dashboard admin area wordpress.</p>
<p>Kesimpulannya berdasarkan tool Google Pagespeed Insights, Performanya yang Kami lihat dari skor ternyata menggunakan Web Server Nginx ini juga tak kalah bagusnya jika pengaturannya pun benar-benar tepat.</p>
<p>Adapun terkait speed index, sepertinya tergantung server yang digunakan, semakin bagus server pada layanan hosting yang digunakan maka semakin bagus pula respon server timenya meskipun menggunakan Cloud Hosting, VPS maupun Dedicated Server. Sebab respon server time ini berbeda-beda disetiap layanan Hosting yang digunakan meskipun speknya sama.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/11/25/nginx-plus-fastcgi-vs-litespeed-plus-cache-di-wordpress.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[nginx plus fastcgi vs litespeed plus cache di wordpress]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/11/25/nginx-plus-fastcgi-vs-litespeed-plus-cache-di-wordpress-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[nginx plus fastcgi vs litespeed plus cache di wordpress]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Pakai Web Server Nginx di WordPress dengan Litespeed Cache emang bisa?</title>
		<link>https://tech.cilacap.info/ci-50298/pakai-web-server-nginx-di-wordpress-dengan-litespeed-cache-emang-bisa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Nov 2022 08:14:08 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Nginx]]></category>
		<category><![CDATA[Web Server]]></category>
		<category><![CDATA[Website]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tech.cilacap.info/ci-50298/pakai-web-server-nginx-di-wordpress-dengan-litespeed-cache-emang-bisa</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="Teknologia News">TEKNOLOGIA NEWS &#8211; Bukan website besar tapi pakainya web server Nginx, tidak menjadi persoalaan meskipun menggunakan Platform WordPress.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://tech.cilacap.info" aria-label="Teknologia News">TEKNOLOGIA NEWS</a> &#8211; Bukan website besar tapi pakainya web server Nginx, tidak menjadi persoalaan meskipun menggunakan Platform WordPress.</p>
<p>Menurut hemat kami dalam membuat sebuah website dengan wordpress memang tidak membutuhkan waktu yang lama, 1 jam juga sudah jadi asalkan sudah ada hosting dan domain.</p>
<p>Namun terkait web server, tergantung anda menggunakan layanan hosting yang seperti apa, jika layanan hosting yang digunakan adalah shared hosting dan di dalamnya sudah ada Litespeed Web Server tampaknya anda tidak bisa menggantinya.</p>
<p>Diketahui, mayoritas penyedia hosting di Indonesia menawarkan hosting dengan web server Litespeed pada Cpanel. Alasannya karena performanya cukup baik dan tidak diragukan lagi.</p>
<p>Kalau anda sudah menggunakan hosting dengan Litespeed Web Server tapi tidak menggunakan pluginnya di WordPress, maka sangat disayangkan meskipun di beberapa tema premium dalam dokumentasinya menyarankan anda menggunakan plugin cache lainnya.</p>
<p>Namun ketika anda menggunakan VPS (Virtual Private Server), di sini Anda bisa menggunakan web server apa saja, Litespeed Web Server, OpenLitespeed, Nginx maupun Apache.</p>
<p>Terkait panel yang digunakan juga tergantung spek VPS yang dimiliki, jika speknya minim karena budgetnya pun minim sebaiknya jangan menggunakan panel. Alasannya karena panel juga akan memakan RAM, CPU dan Disk Space.</p>
<p>Adapun terkait web server tanpa panel, kita bisa memilih mau menggunakan Litespeed Web Server, Openlitespeed, Nginx atau Apache.</p>
<p>Pada Litespeed Web Server (Litespeed Enterprise) pengguna bisa menggunakannya dengan gratis dengan syarat spek RAM tidak lebih dari 2Gb dan hanya bisa digunakan oleh 1 domain dan unlimited subdomain.</p>
<p>Karena hal di atas, sehingga jika ingin menggunakan Litespeed banyak yang menggunakan Openlitespeed karena tidak dibatasi berapa banyak domain, dan tentunya gratis.</p>
<p>Sedangkan untuk menggunakan Apache dan Nginx memang bisa digunakan secara gratis.</p>
<p>Mekanisme Apache ini sangat mudah digunakan oleh pengguna karena support dengan WordPress yang mana banyak plugin juga mengandalkan .htaccess.</p>
<p>Pengguna bisa menggunakan Apache dengan menginstalnya dan mengkonfigurasi vhost sesuai letak folder dan sesuai domain maka web akan berjalan mulus.</p>
<p>Namun lain halnya dengan Nginx yang tidak menggunakan .htaccess, pengguna betul-betul harus mengatur konfigurasi pada Nginx agar support dengan WordPress dan websitenya bisa berjalan baik di domain utama maupun subdomain.</p>
<p>Cilacap.info misalnya, web ini memang menggunakan wordpress tapi bukan multisite meskipun punya subdomain banyak, sehingga jika mengatur .htaccess pada Apache atau konfigurasi pada Nginx seperti WP Multisite maka akan ada yang tidak berfungsi.</p>
<p>Nginx menurut kami memang rumit dalam pengaturannya tidak seperti Apache, ketika salah mengatur konfigurasi lah subdomain bisa berjalan tapi domain utama ketika diakses malah tidak pun sebaliknya.</p>
<p>Tidak hanya itu, kami juga harus menambahkan Woff2 pada Mime Type di Nginx agar berfungsi ketika mengatur gzip compression.</p>
<p>Terkait plugins cache, kami tetap menggunakan Litespeed Cache plugins meskipun cache nya tidak berfungsi di laman responsive ketika menggunakan web server Nginx ataupun Apache, namun berfungsi pada CDN, Object Cache dan Kompresi Gambar.</p>
<p>Alasan lainnya karena kami tidak ingin menginstall plugins yang banyak untuk object cache seperti Redis atau Memcached, tidak ingin juga menginstall plugins Kompres Gambar yang kebanyakan memiliki limit dan harus berbayar jika penggunaan kompres gambar melebihi limit serta tidak ingin menginstall plugins CDN untuk memuat gambar di subdomain.</p>
<p>Kenapa kami menggunakan Nginx meskipun trafik tidak seberapa dan tidak bejibun?</p>
<p>Setelah menggunakan Nginx ternyata penggunaan Memory dan CPU stabil dan tidak tinggi naik turun yang artinya stabil dan benar-benar hemat.</p>
<p>Selain daripada itu katanya Nginx ini mampu menghandle trafik atau kunjungan yang tinggi ke website yang diakses secara bersamaan, ya meskipun website kami nggak bejibun dalam hal trafik juga sih.</p>
<p>Meskipun menghemat CPU dan RAM, ternyata Nginx membuat Acces Log nya membengkak begitu drastis, oleh sebab itu, kami juga mematikan log acces agar konsumsi disk space tidak membengkak.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/11/19/wordpress-dengan-web-server-nginx.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[wordpress dengan web server nginx]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/11/19/wordpress-dengan-web-server-nginx-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[wordpress dengan web server nginx]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
