<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Pendidikan &#8211; Teknologia News</title>
	<atom:link href="https://tech.cilacap.info/tag/pendidikan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://tech.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Thu, 16 Jul 2020 13:58:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/tech/favicon-32x32.png</url><title>Kumpulan Pos Pendidikan &#8211; Teknologia News</title>
<link>https://tech.cilacap.info</link>
<width>32</width><height>32</height><description>Info Seputar Berita Teknologi</description>
</image>
	<item>
		<title>Dirjen GTK: Program Guru Penggerak Dituntut untuk Berfokus pada Pedagogi</title>
		<link>https://tech.cilacap.info/ci-197/dirjen-gtk-program-guru-penggerak-dituntut-untuk-berfokus-pada-pedagogi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Jul 2020 13:58:40 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sains]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tech.cilacap.info/ci-197/dirjen-gtk-program-guru-penggerak-dituntut-untuk-berfokus-pada-pedagogi</guid>

					<description><![CDATA[SAINS,  aria-label="Teknologia News">TEKNOLOGIA NEWS &#8211; Berpijak pada filosofi Ki Hajar Dewantara yang menghadirkan tiga kata kunci yang perlu diterapkan bagi seorang guru, yaitu teladan, motivasi, dan berdaya atau merdeka, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan program Guru Penggerak pada Jumat, 3 Juli 2020. Melalui program ini, Kemendikbud berkomitmen memajukan ekosistem pendidikan di Indonesia yang lebih baik dengan melahirkan agen-agen perubahan yang berpusat kepada murid.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SAINS, <a href="https://tech.cilacap.info" aria-label="Teknologia News">TEKNOLOGIA NEWS</a> &#8211; Berpijak pada filosofi Ki Hajar Dewantara yang menghadirkan tiga kata kunci yang perlu diterapkan bagi seorang guru, yaitu teladan, motivasi, dan berdaya atau merdeka, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan program Guru Penggerak pada Jumat, 3 Juli 2020. Melalui program ini, Kemendikbud berkomitmen memajukan ekosistem pendidikan di Indonesia yang lebih baik dengan melahirkan agen-agen perubahan yang berpusat kepada murid.</p>
<p>Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Iwan Syahril mengatakan program guru penggerak dituntut untuk berfokus pada pedagogi, serta berpusat pada murid dan pengembangan holistik. &#8220;Guru penggerak ini dengan suci hati mendekati sang anak, tidak untuk meminta sesuatu hak, namun untuk berhamba pada sang anak,&#8221; demikian disampaikan Iwan pada Bincang Sore melalui video virtual di Jakarta, pada Senin (13/07/2020).</p>
<p>Analogi berhamba ini, kata Iwan adalah betul-betul totalitas apa yang diberikan oleh guru sebagai pendidik dan semua penggiat yang ada dalam ekosistem pendidikan dengan fokus kepada bagaimana melayani anak. &#8220;Inilah sebenarnya yang kita inginkan dari seluruh guru di Indonesia, seperti pesan Ki Hajar yaitu berpusat kepada murid,&#8221; kata Iwan. </p>
<p>Oleh karena itu, guru penggerak dituntut untuk dapat menjadi teladan, serta bisa memotivasi sehingga menguatkan kemampuan untuk memberdayakan murid. &#8220;Ini yang kita maksud sesuai dengan yang dipesankan oleh Bapak Pendidikan kita. Tumbuh kembang secara holistik yaitu jalan secara cipta, rasa, dan karsa. Tajam pikirannya lalu kemudian halus rasanya, lalu kuat dan sehat jasmaninya,&#8221; ujar Iwan. </p>
<p>Untuk itu, guru penggerak hadir sebagai agen perubahan ekosistem pendidikan. Program Guru Penggerak ini bertujuan untuk mencari bibit-bibit pemimpin ekosistem pendidikan di masa depan. </p>
<p>Iwan melanjutkan guru penggerak ini hadir menjadi teman belajar yang penuh inspirasi dan menguatkan semangat bagi guru-guru lain. Bagaimana pun kondisi yang ada, guru penggerak tidak akan patah semangat dan tidak mudah putus asa, tetapi terus berjuang dengan sebaik mungkin. &#8220;Ini hal yang sangat penting yang perlu kita terus komunikasikan ke semua pemangku kepentingan,&#8221; tutur Iwan.</p>
<p>Senada dengan itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Zubaidah menilai apabila program Guru Penggerak terlaksana dengan baik maka tidak ada lagi guru yang tidak baik di daerah. Menurutnya, program Guru Penggerak ini sesuai dengan visi dan misi Kota Malang yaitu menjadikan Malang bermartabat melalui pendidikan. &#8220;Inilah yang ditunggu oleh orang tua. Peran guru menjadi penggerak, karena sosok guru adalah digugu dan ditiru ini selalu kami ingatkan,&#8221; jelas Zubaidah.</p>
<p>Hal yang sama juga diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Jumeri mengungkapkan program guru penggerak dapat menciptakan peserta didik yang berkarakter. &#8220;Seorang guru penggerak adalah mereka yang memiliki motivasi yang tinggi, Ia mampu mengidentifikasi siswanya sehingga sebisa mungkin siswanya pulang dari sekolah, mengerti apa yang dikerjakan,&#8221; tutur Jumeri. </p>
<p>Sementara itu, Sekretaris Jenderal Perguruan Taman Siswa, Ki Saur Panjaitan mengatakan, guru harus mampu menangani siswa yang unik dan heterogen. &#8220;Hadirnya program Guru Penggerak harus mewujudkan guru teladan yang bisa menangani siswa yang unik dan beragam,&#8221; ujarnya.
Terkait dengan hal itu, bagi guru-guru di seluruh Indonesia yang terpanggil hatinya untuk menjadi guru penggerak, bisa segera mendaftar melalui sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id/gurupenggerak/ pada tanggal 13 s.d. 22 Juli 2020. Tahap pertama, seleksi calon Guru Penggerak akan dilaksanakan pada 23 s.d. 30 Juli 2020 dengan meliputi seleksi administrasi, biodata, tes bakat skolastik, dan esai. </p>
<p>Selanjutnya, pada tahap kedua yaitu pada 31 Agustus s.d. 16 September 2020 akan meliputi simulasi mengajar dan wawancara. Tahap terakhir adalah pengumuman hasil seleksi calon Guru Penggerak angkatan pertama pada 19 September 2020. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Google Classroom Paling Sering Digunakan Masa Pandemi, Begini Cara Menggunakannya</title>
		<link>https://tech.cilacap.info/ci-166/google-classroom-paling-sering-digunakan-masa-pandemi-begini-cara-menggunakannya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2020 16:43:51 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[Google Classroom]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tech.cilacap.info/ci-166/google-classroom-paling-sering-digunakan-masa-pandemi-begini-cara-menggunakannya</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="Teknologia News">TEKNOLOGIA NEWS &#8211; Pandemi global coronavirus atau yang dikenal dengan Covid-19, membuat kegiatan belajar mengajar pun harus dilaksanakan via daring. Meski pun sebelumnya para siswa dan siswi di rumahkan, namun kegiatan tetap berjalan semana mustinya.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://tech.cilacap.info" aria-label="Teknologia News">TEKNOLOGIA NEWS</a> &#8211; Pandemi global coronavirus atau yang dikenal dengan Covid-19, membuat kegiatan belajar mengajar pun harus dilaksanakan via daring. Meski pun sebelumnya para siswa dan siswi di rumahkan, namun kegiatan tetap berjalan semana mustinya.</p>
<p>Hal itu dikarenakan kebijakan pemerintah untuk menerapkan Social Distancing agar para pelajar terhindar dari virus corona. Pasalnya virus tersebut dapat menular dengan cepat, oleh sebab itu kegiatan belajar pun di rumahkan oleh berbagai sekolah.</p>
<p>beberapa aplikasi yang digunakan para siswa untuk saling berkomunisai dengan siswa lainnya dan guru yakni melalui whatsapp. Selain itu, yang paling sering digunakan oleh siswa dan juga guru yakni Google Classroom. Adapun dalam penggunananya yakni harus memiliki email google atau Gmail.</p>
<p>Anggap saja semua siswa beserta guru sudah memiliki email gmail, lalu ketik saja pada browser, yakni alamat google.com. Setelah itu, bisa login terlebih dahulu pada akun google di atas sebelah kanan. Usai login, kemudian bisa klik icon menu dan geser ke bawah, maka akan terdapat tulisan Classrom.</p>
<p>Setelah menemukannya, maka jangan lupa klik dan akan diarahkan pada laman classroom.google.com, Bahkan tanpa mengunjungi google, atau langsung diketikan alamat website di atas juga bisa.</p>
<p>Jika belum pernah membuatnya, maka akan ada tampilan kosong dan tanda panah yang menunjukan agar membuatnya. Adapun di sana ada 2 nama, yakni &#8220;Gabung Kelas&#8221; dan &#8220;Buat Kelas&#8221;. G Suite for Educations pada website tersebut untuk membualt kelas.</p>
<p>&#8220;Menggunakan Classroom di sekolah dengan siswa? Jika dimikian, sekolah harus mendaftar untuk mendapat akun G Suite for Education gratis sebelum Anda dapat menggunakan Kelas. G Suite for Education memungkinkan sekolah menentukan layanan Google yang dapat digunakan siswanya, serta memberikan perlindungan privasi dan keamanan tambahan yang penting di lingkungan sekolah. Siswa tidak dapat menggunakan Google Kelas di sekolah dengan akun pribadi.&#8221; Pesan yang muncul saat membuat kelas di google classroom.</p>
<p>Artinya sebelum menggunakan Google Classcroom, bahwa anda diharuskan mendaftar terlebih dahulu pada G Suite for Education. Nanti di sana akan ada pesan untuk mengisi pendidikan atau institusi sekolah. Setelah mendaftar barulah membuat kelas di Google Classroom, biasanya sebuah sekolah telah membuatnya dan para siswa hanya tinggal gabung kelas dan diberikan alamat email beserta sandi pada masing-masing siswa.</p>
<p>Dilansir laman resmi google.com, Tentang akun pengguna Classroom, bahwa Ada berbagai jenis akun yang dapat di gunakan dengan Classroom, bergantung pada setelan pembelajaran. Akun-akun tersebut di antaranya sebagai berikut:</p>
<p>1. Akun sekolah</p>
<p>Anda mendapatkan akun sekolah dari sekolah terakreditasi menggunakan G Suite for Education. Administrator IT sekolah Anda yang akan membuat dan mengelola akun tersebut, serta memberikan email dan sandi Anda. Akun tersebut terlihat seperti anda[at]sekolahanda.edu. Gunakan akun sekolah untuk login jika Anda menggunakan Classroom di sekolah dan ingin mengaksesnya dari rumah. Untuk mempelajari cara mendapatkan G Suite for Education bagi sekolah Anda, buka Memulai G Suite for Education.</p>
<p>2. Akun Google pribadi</p>
<p>Akun Google pribadi adalah akun yang Anda buat. Umumnya, akun tersebut digunakan dengan Classroom di luar lingkungan sekolah, seperti di bimbingan belajar atau homeschooling. Akun tersebut mungkin terlihat seperti anda[at]gmail.com.</p>
<p>Menurut penjelasan google, Akun jenis ini tidak dapat mengakses fitur-fitur Classroom yang sama seperti akun lainnya. Dengan Akun Google pribadi:</p>
<p>Anak-anak yang memiliki akun yang dikelola oleh orang tua tidak dapat membuat atau mengajar kelas. Siswa tidak dapat mengirim email ke teman sekelas. Pengajar tidak dapat mengundang wali untuk mendaftar ke email evaluasi. Setiap negara memiliki persyaratan usia minimum untuk membuat Akun Google. Pengguna dewasa dapat membuat akun untuk anak-anak yang belum memenuhi persyaratan usia minimum.</p>
<p>3. Akun G Suite</p>
<p>Penting: Anak-anak yang berusia 13 tahun ke bawah hanya boleh menggunakan Classroom dengan akun G Suite for Education atau Nonprofit.</p>
<p>Akun G Suite biasanya digunakan di organisasi besar yang menjalankan G Suite Basic, Business, Enterprise, atau G Suite for Nonprofits. Admin organisasi Anda yang akan membuat dan mengelola akun tersebut, serta memberikan email dan sandi Anda. Akun tersebut terlihat seperti anda[at]perusahaananda.com.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
