Pilih Web Server Nginx atau Litespeed, Ini Penjelasannya?

nginx plus fastcgi vs litespeed plus cache di wordpress
nginx plus fastcgi vs litespeed plus cache di wordpress

Di samping memiliki kelebihan pada Litespeed tapi juga pada pluginsnya terdapat kelemahan, seperti jika mengaktifkan plugins ini yang ternyata banyak menggunakan Database, sehingga ukuran database bisa membengkak berkali lipat.

Menurut yang saya amati, Plugins ini juga dapat memicu CPU penuh bilamana suatu website rutin memiliki pos yang berjumlah puluhan bahkan ratusan perhari.

Oleh sebab itu terkadang ada web berita yang justru tidak menggunakan cache, sebab memang memakan CPU meski sebenarnya tidak hanya Plugins Litespeed saja, plugins SEO dan Cache lainnya juga menyisahkan berkas di database.

Sementara jika menggunakan Web Server NGINX sebaiknya jangan menggunakan panel apapun, servernya pun tentu server VPS yang KVM.

Karena VPS KVM tidak berbagi dengan pengguna lainnya, artinya server yang digunakan adalah milik website Anda sendiri.

Menggunakan Nginx pada VPS untuk web berbasis WordPress memungkinkan Pengguna untuk mengoptimalkan website tanpa perlu menggunakan Plugins Cache lagi.

Sebab pada Nginx jika mengatur konfigurasi dengan FastCGI atau Proxy Cache pun sudah cukup. Namun jika menggunakan VPS semua pengaturan memang harus disetting sendiri.

Dengan Nginx memungkinkan lebih hemat dalam penggunaan disk yang digunakan, karena tanpa panel dan tidak menggunakan plugins cache sudah dicache oleh nginx.

Kemudian terkait Cache lainnya seperti Opcache, Redis atau Memcache, FastCGI bisa Install melaui Command Line atau Putty..

Jika menilik pemaparan ini, Anda sudah bisa menyimpulkan mana kira-kira web server yang menurut anda lebih baik untuk dapur pacu website Anda agar performanya pun baik.

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait