Tahun 2011, ditemukan LINE, situs jejaring sosial yang penggunanya dapat berbagi foto, video, dan percakapan dengan pengguna lain.Tahun 2011, ditemukan Google+, yang diluncurkan oleh Google, yang pada awal peluncuran Google+ hanya sebatas pada orang yang telah diundang oleh Google. Setelah itu Google+ diluncurkan secara umum.
Kerangka sarang lebah merupakan definisi untuk media sosial dengan fokus layanan pada beberapa atau semua tujuh blok bangunan fungsional (yang meliputi identitas, percakapan, berbagi, kehadiran, hubungan, reputasi, dan kelompok).
Bangunan blok tersebut dapat digunakan untuk membantu memahami kebutuhan “pertunangan” dari audiens media sosial. Sebagai contoh, pengguna LinkedIn kebanyakan peduli tentang identitas, reputasi, dan hubungan, sedangkan blok utama YouTube meliputi bangunan berbagi, percakapan, kelompok, dan reputasi.
Banyak perusahaan membangun wadah sosial sendiri yang mencoba untuk menghubungkan blok bangunan tujuh fungsional sekitar merek atau brand. Perusahaan yang dimaksud adalah komunitas swasta yang melibatkan orang-orang di sekitar dengan tema yang lebih sempit, seperti di sekitar panggilan tertentu, merek atau hobi, dari wadah media sosial seperti Facebook atau Google+.
Sementara jejaring sosial merupakan situs untuk setiap orang bisa membuat web page pribadi, kemudian terhubung dengan teman-teman untuk berbagi informasi dan berkomunikasi. Jejaring sosial terbesar antara lain Facebook, Myspace, Plurk, dan Twitter.
Jika media tradisional menggunakan media cetak dan media broadcast, maka media sosial menggunakan internet. Media sosial “mengajak” orang-orang yang tertarik untuk berpartisipasi dengan memberi kontribusi dan feedback secara terbuka, memberi komentar, serta membagi informasi dalam waktu yang cepat dan tidak terbatas.
Saat teknologi internet dan mobile phone makin maju maka media sosial pun ikut “tumbuh” dengan pesat. Kini untuk mengakses facebook atau twitter bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja hanya dengan menggunakan sebuah mobile phone.
Demikian cepatnya orang bisa mengakses media sosial mengakibatkan terjadinya fenomena besar terhadap arus informasi, tidak hanya di negara-negara maju, tetapi juga di Indonesia.
Oleh karena kecepatannya, media sosial juga mulai tampak digunakan sebagai pengganti peran media massa konvensional dalam penyebaran berita atau informasi. Media sosial juga berfungsi sebagai platform di era disrupsi digital. Proses ini sekarang difasilitasi melalui API (Application Programming Interface).
Tampilkan Semua

