1. Langkah pertama, centang semua (ceklis) yang ada pada pengaturan plugins LSCWP.
2. Jika website anda support Persisant Object Cache maka boleh anda aktifkan dengan terlebih dahulu anda telah mengaktifkan Memcached atau Redis pada PHP Version di Cpanel Hosting yang anda gunakan. Namun jika tidak ingin menggunakan Object Cache anda bisa biarkan dengan off.
3. Jika anda menggunakan AMP anda bisa aktifkan, Cache Mobile dengan menjadikannya ON, namun jika tidak menggunakan AMP anda bisa biarkan OFF.
4. Isi saja kolom seperti Browser Cache TTL, CSS/JS Cache TTL dengan yang direkomendasikan jangan biarkan kosong. di Bawah form tersebut ada waktu rekomendasi dari plugin tersebut, maka isi saja seperti itu.
5. Jangan aktifkan Load Google Fonts Asynchronously pada pengaturan Page Optimization pada menu Optimization Setting jika anda menggunakan AMP, pasalnya akan terjadi error AMP.
6. Jika ingin konten tulisan pada laman anda menggunakan google fonts, maka pilih ganti saja menjadi OFF di Remove Google Fonts.
7. Untuk gambar ON semuanya, dan jika anda ingin menggunakan gambar dengan format .WEBP anda bisa centang semua ke ON terkecuali Remove Original Backups yang OFF.
8. Pada menu Esi dan Advanced biarkan Improve HTTP/HTTPS Compatibility dan Instant Click OFF semuanya.
9. Heartbeat biarkan saja OFF.
Di Atas adalah cara menggunakan plugin Litespeed Cache yang saya rekomendasikan. Untuk cara menggunakan subdomain gambar dan file dalam wp-content begitu juga cara menggunakannya dengan cloudflare, kami akan update dalam artikel berikutnya.
Tampilkan Semua

